TEMAN – TEMAN MEMANGGILKU “ MANG SUBHAN”

 
 
Husni Mubarok (Subhan)
Tasikmalaya 17 Oktober 1992
Alamat  : Jahiang – Salawu – Tasikmalaya, Jawa Barat
Hoby : Menulis dan Cita – citaku : Menjadi guru
Sekolah : SMK AL-MADANIYAH

 

Saya lulus SD jahiang III tahun 2004, karena saya terlahir dikalangan keluarga yang bisa dikatakan kurang mampu, pendidikan saya tidak dilanjutkan ke SMP mengingat biaya dan ongkos transfortasi sehari-hari yang harus dikeluarkan untuk masuk ke jenjang Sekolah Menengah Pertama dengan lokasi sekolah sekitar 10 km dari kampung saya. Namun pendidikan saya dilanjutkan ke pesantren disekitar dekat kampung saya, karena biayanya bisa dikatakan terjangkau dengan status ekonomi seperti saya.

Ketika saya menimba ilmu agama di pesantren, saya mendengar ada pendidikan kesetaraan (Program Paket B) program ini diperuntukan bagi siapa saja yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP,  akhirnya saya mendaftar menjadi peserta didik di program Paket B yang dilaksanakan oleh PKBM yayasan Al-Adnan.  Pada tahun 2007 saya lulus dari Paket B, dan saya memutuskan untuk berhenti dari pendidikan pesantren, karena pada waktu itu saya berpikir  “Ingin membantu ekonomi keluarga”.

Pada tahun 2008 saya berangkat ke Tasikmalaya sekitar 35 Km dari kampung saya untuk bekerja di lapak penjualan bunga, oleh pemilik lapak bunga tersebut saya di tempatkan di lokasi yang  jauh dari pemukiman warga dan ditempatkan di gubuk yang hanya berdindingkan bambu dan semua kegiatan dilakukan sendiri, seperti merawat bunga, menyiram bunga, melayani pembeli, masak, makan, dan tidur, semua dilakukan sendiri.

Selama kurang lebih 3 bulan saya bekerja di lapak bunga tersebut, saya memutuskan untuk berhenti dari kerja dan kembali ke kampung halaman, dan untuk mengisi kegiatan sehari-hari di kampung, saya membantu mengajar Sekolah Diniyah. Alakadarnya sih…….mencoba mengamalkan ilmu yang didapat saat di pesantren, walaupun tidak dibayar namun saya senang melakukannya, karena saya bisa mengamamalkan ilmu walaupun sedikit. Mudah-mudahan bermanfaat!..

Rasa ingin membantu ekonomi orang tua terus menjadi pikiran saya setiap waktu. Akhirnya pada tahun 2009,  saya ikut paman ke Pulau Bali, disana saya bekerja sebagai kuli bangunan selama kurang lebih 7 bulan, dan pulang ke kampung menjelang bulan ramadhan.

Dan satu bulan setelah puasa, saya diajak kakak ke Bandung untuk berjualan siomay. Banyak suka dan duka juga pengalaman waktu berjualan siomay di Bandung,  dari mulai cara membuat siomay sampai cara merayu pelanggan..he…he…. Awalnya di Bandung hanya berjualan siomay saja, namun setelah menginjak 3 bulan berjualan, saya mengikuti pendidikan Pesantren Alqur’an  di Jl. Pahlawan bersama kakak saya. “Mengaji sambil berdagang itu lumayan”…….lumayan menguji mental…..he..he…

Contohnya : Pada saat pertama masuk ke pesantren Alqur’an, …kan perkenalan tuh…

Kata ustadz                                         : Nama Bapak / Mas ?

: Bekerja / Kuliah

Peserta yang lain menjawab       : saya kuliah

: saya Guru

: Saya pensiunan

: saya Wiraswasta

Giliran saya di tanya sama ustadz di depan peserta lainnya “ Saya jualan siomay keliling “ …….aduuh…., lumayan mindernya……he..he….

Tapi walaupun begitu, saya tetap percaya diri karena disana yang dinilai bukan pekerjaannya  tapi prestasinya dan saya buktikan bahwa saya bisa mengikuti pendidikan tersebut dengan baik, alhamdulillah setiap naik tingkat /kelas setiap 2 bulan sekali, saya selalu naik tapi teman-teman tidak semuanya naik tingkatt /kelas.

Waktu saya naik tingkat/kelas 3, di pesantren tersebut ada lowongan pekerjaan menjadi Security dan Office Boy, kemudian saya mencoba memasukan surat lamaran kerja di pesantren tersebut, namun karena mungkin surat lamaran kerja yang saya berikan ijazahnya hanya ijazah paket B (setara dengan SMP) saya tidak diterima bekerja di pesantren tersebut.

Setelah 7 bulan berjualan siomay dan mengikuti pendidikan pesantren Alqur’an di Bandung, saya berhenti berjualan siomay dan pulang ke kampung dengan membawa perasaan kecewa dan menyesal, kecewanya karena saya tidak diterima bekerja di pesantren tersebut, dan menyesalnya karena saya tidak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi atau SMA.

Kurang lebih 5 hari setelah kepulangan saya dari Bandung, saya mendengar kabar bahwa ada sekolah baru SMK AL-MADANIYAH di Kp. Cibuleud Desa Sundawenang,  yang berjarak kurang lebih 5 Km dari kampung saya dan gratis tanpa di pungut biaya pendidikan, awalnya saya tertarik karena gratisnya itu…dan ternyata memang saya dan teman teman tidak dipungut biaya pendidikan…ya..kecuali untuk keperluan saya sendiri seperti baju seragam, sepatu dan alat tulis lainnya.

selama 1 semester sekolah di SMK AL-MADANIYAH saya memakai celana Jean belel, karena saya belum punya seragam sekolah…

Awal masuk sekolah, saya merasa minder dan malu. mindernya karena pelajaran yang saya pelajari pada waktu paket B kebanyakan sudah lupa, beda dengan teman-teman yang baru keluar dari SMP yang masih fresh, dan malunya itu karena umur saya yang seharusnya sudah masuk ke Perguruan Tinggi bukannya SMK….he..he… Alhamdulillah saya menemukan hal-hal baru, teman-teman baru, pengalaman baru, bahkan keluarga baru di Yayasan Al-Madaniyah.

Banyak cerita yang ku alami di SMK AL-MADANIYAH, namun itu hanya sebagian rintangan dan cobaan yang menghadang, semua itu tak kan bisa menghalangiku untuk meraih impian yang kurangkai dengan harapan.

Banyak kesan-kesan yang kutemukan di SMK AL-MADANIYAH, namun yang paling mengesankan adalah melihat perjuangan guru-guru di Yayasan Al-Madaniyah yang tanpa pamrih memperjuangkan pendidikan dan membantu anak-anak yang keluarganya tidak mampu. Hal tersebut juga yang memotivasi saya dalam menggapai cita-citaku.

Saya Ucapkan terima kasih kepada Bapak/ Ibu guru beserta semua pengurus Yayasan Al-Madaniyah yang telah membangun sekolah di pedesaan yang rata-rata orangtua kami buruh tani, dan banyak yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Semoga Bapak/Ibu guru beserta semua pengurus Yayasan Al-Madaniyah ada dalam lindungan Alloh SWT dalam menjalankan tugasnya memperjuangkan pendidikan. Harapanku  kita semua bisa menjadi orang-orang yang sukses baik di dunia maupun akhirat, dan semoga Yayasan Al-Madaniyah semakin baik dan sukses! amin..

3 responses »

  1. ydatech mengatakan:

    assalamu’alaikum wr.wb

    sebuah kisah inspirasi, yang belum tentu orang lain mengalami hal yang sama dengan yang anda alami. syukuri, dan jadikan itu semua generator semangat anda untuk menjalani apa yang anda pilih dalam hidup ini…..
    semangat ,karena hidup didunia adalah sementara,dan dalam kesementaraan itu adalah menentukan seperti apa kita di kehidupan kedua kelak, jadi jangan sia siakan, jadilah kita orang yang bermanfaat untuk semua orang, karena sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain (al-hadits). jangan mengatakan saya ingin jadi guru tapi katakan saya harus jadi menjadi guru, jangan katakan saya ingin kuliah tapi katakan saya harus kuliah, jangan katakan saya ingan bahagia tapi katakan saya harus bahagia. karena sesungguhnya itu mengasosiasikan tujuan hidup kita dan bagaimana usaha yang anda lakukan untuk menggapai tujuan hidup kita itu, tentukan dari detik ini juga agar kehidupan kita bisa terarah untuk terus meraih tujuan hidup kita itu…… dan kehendak Alloh adalah segalanya, terluslah berdo’a semoga Alloh selalu bersama kita dan terus memberi kita jalan untuk meraih tujuan hidup kita..
    ingat!!! Dunia Bahagia Akhirat Surga, adalah tujuan hidup seorang muslim setuju????????? sepakat!!!!!!!
    hehehehe sedikit motivasi aja………
    saya sangat apresiasi sekali dengan SMK Al-Madaniyah, yang bisa memberikan solusi untuk masyarakat pedesaan tertinggal untuk mendapatkan pendidikan formal tingkat SMA….. luar biasa.
    untuk adik adik ku siswa dan siswi SMK Al- Madaniyah, terus dan tingkatkan semangat belajar adik adik semua, dan mari kita ubah, tingkatkan, upgrade, jeng nusanesna, indonesia ieu ameh lebih baik jeng lebih baik dei……
    informasi buat adik adikku pemerintah melalui program beasiswa BIDIK MISI, memberi kesempatan kepada siswa dan siswi kelas 3 SMA/SMK/MA negeri ataupun suwasta yang berprestasi namun dengan tidak mampu/ kurang mampu secara ekonomi, untuk menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri di indonesia.info http://bidikmisi.dikti.go.id

  2. ydatech mengatakan:

    khusus bagi yang mau daftar ke-UPI BANDUNG,,,,,,,,, dengan jalur BIDIK MISI, insyaALLOH saya siap membantu mengenai informasi seputar BIDIK MISI UPI….. selalu update informasi dari website dikti http://bidikmisi.dikti.go.id atau langsung http://www.upi.edu dalam dua tahun ini program bidik misi sudah memberikan kesempatan kepda kurang lebih 40ribu mahasiswa di indonesia untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri di seluru indonesia, total beasiswa nya adalah 45 sampai 50 juta untuk 8 semester di tahun 2010 dan 2011……..,,,,,,,, hatur nuhun ,,, ydatech jahiang salawu tasikmalaya……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s